PENGORBANAN SEORANG MANIAK

Seorang anggota legislatif suatu sore duduk
bersama
istrinya diteras rumah baru mereka sambil
memandangi
ikan-ikan peliharaannya. Lalu terjadinya
pembicaraan
yang mengerikan ini.
Istri: Pa… saya minta papa jujur saja, pernah
gak
selama perkawinan kita, papa nyeleweng?
Kalaupun
pernah gak apa kok, saya anggap sebagai
masa lalu
papa.
Suami: Sejujurnya saya gak pernah, sumpah…
Mama
sendiri gimana?
Istri: Sebenarnya pernah…
Suami: (Glek)………….????
Istri: Ingat gak dulu waktu pulang abis ngelamar
kerja
papa pulang dengan lesu karena lamaran papa
ditolak?
Tapi lusanya papa dipanggil kerja.
Suami: Kenapa emangnya ma?
Istri: Besoknya saya temui boss papa, saya
berikan
kepuasan kepada dia diruang kerjanya!
Suami: Cuma itu saja?
Istri: Ingat gak waktu permintaan kenaikan gaji
papa
ditolak? Tapi kemudian gaji papa dinaikkan 2
kali
lipat bahkan papa dipromosikan?
Suami: Ingat… memangnya kenapa?
Istri: Saya temui boss papa dirumahnya… dan
saya
berikan kepuasan semalam suntuk sama dia.
Suami: (Glek)… tapi cuma itu saja toh?
Istri: Gimana sih papa ini… papa ingat gak
waktu
pertama papa jadi anggota legislatif? Waktu itu
kan
papa kekurangan 150 suara!!!
Suami:??????!!!! Lalu jatuh pingsan.

KARENA ANDA BUKAN PENDETA

Seorang laki-laki sedang mengendarai mobilnya
ketika tiba-tiba
saja mobilnya mogok tepat di depan sebuah
biara. Hari sudah gelap dan
biara itu berada di sebuah pegunungan. Lelaki
itu memutuskan untuk
masuk
ke biara untuk meminta pertolongan, maka
diketuknya pintu biara dan ia
berkata kepada para pendeta yang
membukakan pintu “maaf permisi, mobil
saya mogok, dan hari sudah malam, apakah
saya boleh menginap disini satu
malam saja!”
Para pendeta itu dengan ramah
menyambutnya, menyediakan makanan,
bahkan
memperbaiki mobilnya. Ketika si lelaki itu sudah
hampir
tertidur, tiba-tiba di dengarnya suara yang
sangat aneh.
Keesokan paginya dia bertanya ke para
pendeta mengenai suara aneh yang
didengarnya semalam. Tapi mereka berkata
“maaf kami tidak
dapat memberitahukan anda, sebab anda
bukan pendeta”. Si lelaki agak
kecewa, tapi bagaimanapun dia tetap berterima
kasih dan kembali
meneruskan
perjalanannya.
Beberapa tahun kemudian, lelaki yang sama
mengalami kejadian yang sama
pula, kendaraannya mogok di depan biara yang
sama. Para pendeta
kembali
menyambutnya dengan sangat ramah,
menyediakan makanan dan memperbaiki
mobilnya, ketika si lelaki hampir tertidur, dia
kembali mendengar suara
aneh yang sama seperti yang di dengarnya
beberapa tahun lalu.
Maka keesokan paginya lelaki itu kembali
bertanya pada para pendeta,
dan
kembali pula pendeta-pendeta itu berkata “maaf
kami tidak
dapat memberitahukan anda, sebab anda
bukan pendeta”.
Si lelaki benar-benar penasaran, lalu dia
menjawab “okey ….okey
saya sudah tidak tahan lagi, kalau satu-satunya
cara untuk tahu suara
apa
yang saya dengar itu adalah dengan menjadi
pendeta, baiklah,
tolong beritahu saya bagaimana caranya
menjadi pendeta!” Salah seorang
Pendeta menjawab, “Kamu harus berkeliling
dunia dan sekembalinya, kamu
harus bisa memberitahu kami berapa persisnya
jumlah daun dan jumlah
butiran pasir di bumi ini, jika kamu sudah
berhasil mendapatkan jumlah
itu, maka kamu akan menjadi pendeta.”
Maka si lelaki itu melaksanakan tugasnya,
setelah empat puluh lima
tahun,
dia kembali dan mengetuk pintu biara, dia
berkata “saya sudah
berkeliling
dunia dan telah menghitung sepanjang
perjalanan saya, saya juga terus
bertanya kepada setiap orang yang saya
jumpa, terdapat 145,236,284,232
helai daun dan 231,281,219,999,129,382 butir
pasir di bumi
ini.” Parapendeta menjawab “Selamat, kamu
sekarang adalah seorang
pendeta, oleh karena itu kami akan
menunjukkan pada kamu jalan menuju
suara yang kamu dengar dahulu.”
Para pendeta membimbing lelaki itu ke sebuah
pintu kayu, lalu
pimpinan pendeta berkata “suara itu berasal
persis di balik pintu ini”
Si
lelaki meraih pegangan pintu, namun ternyata
pintu itu terkunci, lalu
dia
berkata “ini lucu, tapi saya lagi tidak ingin
bercanda,
tolong berikan saya kuncinya…” Pemimpin
pendeta memberikan kunci,
lalu
lelaki itu membuka pintu.
Dibalik pintu kayu ternyata ada pintu lain,
sebuah pintu batu, kembali
si lelaki meminta kunci, pendeta memberikan
kunci, dan si lelaki
membuka
pintu, dan ternyata dibalik pintu batu, masih ada
pintu yang lain,
sebuah
pintu dari emas, kembali si lelaki meminta kunci,
membuka pintu, lalu
menemukan pintu yang lain, yaitu yang terbuat
dari perak, begitu terus
yang terjadi, pintu dari permata, pintu dari
perunggu, pintu
tembaga….hingga akhirnya para pendeta
berkata “ini adalah kunci
terakhir
untuk pintu yang terakhir”.
Lelaki itu akhirnya lega setelah capai dengan
penantian. Dibukanya
pintu terakhir yang terbuat dari tanah liat,
menyentuh pegangan pintu
dan
terpana luar biasa begitu melihat sumber suara
yang telah membuatnya
penasaran bertahun-tahun……
Tahukah anda sumber suara tersebut ?
Geser ke bawah …………..
jika ingin tahu……………….
sumber suara itu berasal………..
Terus ke bawah……….
Terus lagi kebawah ….
Dikit lagi kebawah ….
Maaf ………….
kami tidak dapat memberitahukan anda, ……..
sebab anda bukan pendeta ! ! !
ha…….ha ………ha…………….
ha ….. ha ……….
yah memang pedih kalau udah baca dengan
serius ternyata endingnya begini
dan untuk mengobati rasa pedih terpaksa deh
mesti bagi-bagi biar sakit
hatinya berkurang

KARENA ANDA BUKAN PENDETA

Seorang laki-laki sedang mengendarai mobilnya
ketika tiba-tiba
saja mobilnya mogok tepat di depan sebuah
biara. Hari sudah gelap dan
biara itu berada di sebuah pegunungan. Lelaki
itu memutuskan untuk
masuk
ke biara untuk meminta pertolongan, maka
diketuknya pintu biara dan ia
berkata kepada para pendeta yang
membukakan pintu “maaf permisi, mobil
saya mogok, dan hari sudah malam, apakah
saya boleh menginap disini satu
malam saja!”
Para pendeta itu dengan ramah
menyambutnya, menyediakan makanan,
bahkan
memperbaiki mobilnya. Ketika si lelaki itu sudah
hampir
tertidur, tiba-tiba di dengarnya suara yang
sangat aneh.
Keesokan paginya dia bertanya ke para
pendeta mengenai suara aneh yang
didengarnya semalam. Tapi mereka berkata
“maaf kami tidak
dapat memberitahukan anda, sebab anda
bukan pendeta”. Si lelaki agak
kecewa, tapi bagaimanapun dia tetap berterima
kasih dan kembali
meneruskan
perjalanannya.
Beberapa tahun kemudian, lelaki yang sama
mengalami kejadian yang sama
pula, kendaraannya mogok di depan biara yang
sama. Para pendeta
kembali
menyambutnya dengan sangat ramah,
menyediakan makanan dan memperbaiki
mobilnya, ketika si lelaki hampir tertidur, dia
kembali mendengar suara
aneh yang sama seperti yang di dengarnya
beberapa tahun lalu.
Maka keesokan paginya lelaki itu kembali
bertanya pada para pendeta,
dan
kembali pula pendeta-pendeta itu berkata “maaf
kami tidak
dapat memberitahukan anda, sebab anda
bukan pendeta”.
Si lelaki benar-benar penasaran, lalu dia
menjawab “okey ….okey
saya sudah tidak tahan lagi, kalau satu-satunya
cara untuk tahu suara
apa
yang saya dengar itu adalah dengan menjadi
pendeta, baiklah,
tolong beritahu saya bagaimana caranya
menjadi pendeta!” Salah seorang
Pendeta menjawab, “Kamu harus berkeliling
dunia dan sekembalinya, kamu
harus bisa memberitahu kami berapa persisnya
jumlah daun dan jumlah
butiran pasir di bumi ini, jika kamu sudah
berhasil mendapatkan jumlah
itu, maka kamu akan menjadi pendeta.”
Maka si lelaki itu melaksanakan tugasnya,
setelah empat puluh lima
tahun,
dia kembali dan mengetuk pintu biara, dia
berkata “saya sudah
berkeliling
dunia dan telah menghitung sepanjang
perjalanan saya, saya juga terus
bertanya kepada setiap orang yang saya
jumpa, terdapat 145,236,284,232
helai daun dan 231,281,219,999,129,382 butir
pasir di bumi
ini.” Parapendeta menjawab “Selamat, kamu
sekarang adalah seorang
pendeta, oleh karena itu kami akan
menunjukkan pada kamu jalan menuju
suara yang kamu dengar dahulu.”
Para pendeta membimbing lelaki itu ke sebuah
pintu kayu, lalu
pimpinan pendeta berkata “suara itu berasal
persis di balik pintu ini”
Si
lelaki meraih pegangan pintu, namun ternyata
pintu itu terkunci, lalu
dia
berkata “ini lucu, tapi saya lagi tidak ingin
bercanda,
tolong berikan saya kuncinya…” Pemimpin
pendeta memberikan kunci,
lalu
lelaki itu membuka pintu.
Dibalik pintu kayu ternyata ada pintu lain,
sebuah pintu batu, kembali
si lelaki meminta kunci, pendeta memberikan
kunci, dan si lelaki
membuka
pintu, dan ternyata dibalik pintu batu, masih ada
pintu yang lain,
sebuah
pintu dari emas, kembali si lelaki meminta kunci,
membuka pintu, lalu
menemukan pintu yang lain, yaitu yang terbuat
dari perak, begitu terus
yang terjadi, pintu dari permata, pintu dari
perunggu, pintu
tembaga….hingga akhirnya para pendeta
berkata “ini adalah kunci
terakhir
untuk pintu yang terakhir”.
Lelaki itu akhirnya lega setelah capai dengan
penantian. Dibukanya
pintu terakhir yang terbuat dari tanah liat,
menyentuh pegangan pintu
dan
terpana luar biasa begitu melihat sumber suara
yang telah membuatnya
penasaran bertahun-tahun……
Tahukah anda sumber suara tersebut ?
Geser ke bawah …………..
jika ingin tahu……………….
sumber suara itu berasal………..
Terus ke bawah……….
Terus lagi kebawah ….
Dikit lagi kebawah ….
Maaf ………….
kami tidak dapat memberitahukan anda, ……..
sebab anda bukan pendeta ! ! !
ha…….ha ………ha…………….
ha ….. ha ……….
yah memang pedih kalau udah baca dengan
serius ternyata endingnya begini
dan untuk mengobati rasa pedih terpaksa deh
mesti bagi-bagi biar sakit
hatinya berkurang

HIS NAME IS ALSO EFFORD (NAMANYA JUGA USAHA)

Wakidjan begitu terpesonanya dengan
permainan piano Nadine. Sambil
Bertepuk tangan, ia berteriak, “Not a play! Not a
play!”
Nadine bengong. “Not a play?”
“Yes. Not a play. Bukan main!”
Tukidjo yang menemani Wakidjan terperangah.
“Bukan main itu bukan not a
play, Djan.”
“Your granny (Mbahmu). Humanly I have check
my dictionary kok.”(Orang
Saya sudah periksa di kamus kok).
Lalu berpaling ke Nadine. “Lady, let’s corner
(Mojok yuk). But don’t
Think that are nots (Jangan berpikir yang
bukan-bukan) . I just want a meal
together.” (Saya cuma mau makan bersama).
“Ngaco kamu, Djan,” Tukidjo tambah gemes.
“Don’t be surplus (Jangan berlebihan), Djo. Be
wrong a little is OK
toch?” (Salah sedikit OK toh).
Nadine cuman senyum kecil. “I would love to,
but …”
“Sorry if my friend make you not delicious (Maaf
kalau teman saya bikin
kamu jadi nggak enak)” sambut Wakidjan
ramah.
“Different river, maybe (Lain kali barangkali). I
will not be various
kok.” (Saya nggak akan macam-macam kok).
Setelah Nadine pergi, Wakidjan menatap
Tukidjo dengan sebal. “Disturbing
aja sih, Djo. Does the language belong to your
ancestor?” (Ganggu aja
sih. Emang itu bahasa punya moyang lu).
Tukidjo cari kalimat penutup. “Just itchy Djan,
because you speak
English as delicious as your belly button.” (Gatel
aja, Djan, soalnya kamu
Ngomong Inggris seenak udelmu dewe).
Wakidjan cuman bisa merutuk dalam hati, “His
name is also effort.”
(Namanya juga usaha)
Hahahahahahaha ….

PANCASILA DARI SABANG SAMPAI MERAUKE

>> E, entar 17 agustus kan dapat tugas baca
pancasila tu, jangan lupa ya
>> bacanya pake bahasa daerahnye yo….
>> Siapa tau ada yang dapat tugas baca
pancasila di daerah tempat
>> kerjanya
>> hehehehe…bacanya make logat daerah
yeee…. :-)
>> Pancasila (Jawa Ngoko)
>> siji: Gusti Alllah ora ono koncone
>> loro: Dadi wong kudu sing adil lan ojo kejem-
kejem
>> telu: Indonesia bersatu kabeh
>> papat: karo tonggo-tonggo nek ono masalah
diomongno bareng-bareng
>> limo: mangan ga mangan sing penting
kumpul
>> Pancasila (Sunda)
>> hiji: Gusti Allah nu ageng pisan
>> dua: ka sorangan teh sikapna kudu sami,
ulah di beda-beda keun
>> tilu: Indonesiakuduna mah jadi hiji!
>> Opat: Rakyat Indonesiasaena pang
mutuskeun sesuatu
>> teh disepakat keun heula. Biar bager lan
bijaksana
>> Lima: Ceunah teh sikap sosialna kudu adil
hiji sareng lainna.
>> Pancasila (Batak Toba)
>> 1. Dang adong na pajago-jagohon di jolo ni
Debata
>> 2. Maradat tu sude jolma
>> 3. Punguan ni halak Indonesia
>> 4. Marbadai … marbadai, dungi mardame
>> 5. Godang pe habis saotik pe sukkup
>> Poncosilo (jawa kromo)
>> kaping setunggal: Gusti ingkang Maha
satunggal Kaping kalih: Tiang
>> ingkang Adil lan beradab
>> kaping tiga: persetunggalan Indonesia
>> kaping sekawan: Kerakyatan ingkang
dipimpin kaliyan hikmat lan
>> kewicaksonoan dateng permusyawaratan
kang diwakilkan.
>> kaping gangsal:Adil kang sosial kangge
sakabehe tiang Indonesia
>> Pancasila (Palembang)
>> sute: Tuhan ne sute tu’la
>> due: jelme harus khapat same rate
>> tige: jelme Indones iane bersatu padu
>> empat: jeleme Indonesiane diketuci ngai
hikmah dimane ngedapatkan
>> jawaban dadi gegale masalah
>> Leme: kesameratean hidup ne jelmekangok
Indonesia…
>> Pancasila (Ambon)
>> 1. Torang samua tawu cuma ada Tuang
Allah yaitu Tete manu…
>> 2. Orang ambon samu harus tau adat
>> 3. acang deng obet harus bisa bakubae
>> 4.Paitua deng maitua harus bae-bae di
rumah rakyat 5. samu harus bisa
>> jaga diri karna ambon lapar makan
orang……….
>> Pancasila (Manado)
>> 1. Cuma boleh ba satu Tuhan
>> 2. Selalu adil kong ja pake ontak
>> 3. Torang samua satu, Bangsa Indonesia
>> 4. Tu rakyat musti slalu bakumpul kong
bicara bae-2 spy slalu ada kaputusan gagah yg
semua trima deng nang hati.
>> 5. voor seluruh ra kyat Indonesia, nyanda
ada tu jabaku kase beda-2 perlakuan.
>> Pancasilo (Padang)
>> ciek: Bintang Basagi Limo
>> duo: Rantai pangikek kudo
>> tigo: pohon baringin gadang ta’mpek kito
bacinto
>> ampek: kapalo banteng bataduk duo
>> limo: padi jo kapeh pambaluik nan luko..

RUMAHKU SURGAKU (PIDATO/KULTUM BAHASA INDONESIA)

RUMAHKU SURGAKU

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahirobbil’alamin, wash sholatu wassalamu ‘ala asrofil anbiyaa i wal mursalin, sayyidina wa habibina wa syafi’ina wa maulana muhammadin wa’ala alihi washohbihi ajma’in, la haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘dzim

Al mukarom para Alim Ulim Ulama para Kyai para Ustadz dan Ustadzah yg kami hormati

Khususnya Abah Dr. KH. M. Komari Syaifulloh MA.

Dan bapak-bapak pejabat pemerintah yang hadir, yg kami hormati bapak-bapak pejabat muspika kecamatan, khususnya bapak Kepala Desa yg kami hormati,

Serta hadirin hadirot rokhimakumullah.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT, yg telah memberikan nikmat, taufik, serta hidayahnya kepada kita semua sehingga bisa berkumpul disini dalam keadaan sehat wal’afiat, marilah kita bersama-sama mengucapkan ALHAMDULILLAH.

Kedua kalinya sholawat teriring salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Nabi akhiruzzaman, nabi pemimpin umat yang menyelamatkan manusia dari zaman jahiliyah yang gelap gulita menuju zaman islamiyah yg terang benderang dan semoga kita semua mendapatkan syafa’at beliau kelak diyaumul qiyamah, AMIN ALLAHUMMA AMIN………….

 

Ketiga kalinya pada kesempatan hari ini saya akan mengambil judul Rumahku Surgaku. Materi ini kami tujukan khushusnya kepada kedua mempelai ………. & ……….

Sesuai dengan firman Allah surat Ar-Rum: 21

 

 

 

 

 

 

 

Artinya: Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-NYA, Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-NYA diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

 

Hadirin hadirot rohimakumulloh

Ayat ini mengandung maksud bahwa tujuan orang berumah tangga adalah hidup bahagia sampai alam akhirat, betul.????…… nopo setiap rumah niku rumah tangganipun bahagia??? Ternyata…… tidak semua orang berumah tangga hidupnya bahagia. Adakalanya nikah baru seminggu cerai, ada yang menikah nikah baru satu bulan pegatan, ada yang nikah sudah satu tahun berantakan, betul…??? bahkan ada yang sudah 10 tahun malah ambur adul padahal cita-citanya adalah rumahku surgaku/ rumah tangga bahagia.

Oh.. sungguh bahagia, hidup bersama keluarga

Penuh kasih sayang mesra, rukun damai sejahtera

Rumahku itulah surgaku di dunia, oh.. sungguh bahagia

“Baiti Jannati”

 

Hadirin hadirot rohimakumulloh

Setiap orang menikah pasti bercita-cita rumah tangga bahagia, nggih nopo boten??? Maka dari itu saya punya resep supaya rumah tangga bahagia. Resep pertama “didasari rasa cinta”. Orang jawa mengatakan “Tir podo irenge, Sir podo senenge, Ora kentir podo gendhenge, betul.??? Dasarnya CINTA

 

Gegaraning wong ngakrami

Udu brana dudu warna

Nanging ati paritane

Luput pisan keno pisah

Yen gampang luwih gampang

Yen angel-angel kalangkung tan keno tinumbas arto

 

 

Milih jodo kang mas sing ati-ati

Salah sepisan bakal getun tembe buri

Milih jodo mbak yu sing ati-ati

Salah sepisan getune tembe buri

 

SHOLAWAT

Milih jodo ojo mergo rupane

Milih jodo ojo mergo bondone

Milih jodo ojo mergo pangkate

Ammiliho sing kuat agamane

 

Jadi rumah tangga bahagia harus didasari rasa cinta. Coba dilihat mas…. nyawang mbak…. tersenyum. Mbak …nyawang mas….juga tersenyum. Mas….. sampean kulo takoni, waktu sampean nglamar mbak… nopo ngancem??

Pasti keduanya atas dasar cinta

 

Cintaku kepadamu tak akan pernah layu

Bagaikan bunag surga yang mekar selamanya

 

Dasar cinta jangan waktu pengantin baru saja. Kemana-mana bersama, sampai keliling desa terpeleset kulit pisang srreeett…. oh sayangku kau jatuh. Waniat itu lembut….. butuh kasih sayang, hati-hati kalau putus asa bisa nekad.

Saya berpesan kepada mas….& mbak….. supaya menjaga cinta, nggih…… wanita yang baik kalau dipandang selalu senyum, suami pulang kerja disapa dengan baik, gimana mas kabarnya….???  jangan duit yang ditanyakan. Maka dari itu jadi seorang istri yang baik harus nerimo dibelanja sedikit banyak / sedikitpun tidfak dibelanja yang penting bapak pulang dengan selamat’ itulah rumah tangga bahagia.(                          )

Hadirin hadirot rohimakumulloh

Itulah resep cinta “Tir podo irenge, Sir podo senenge, Ora kentir podo gendhenge, betul.??? Dasarnya CINTA.

Mungkin dari saya cukup sekian, apabila ada kata-kata yang tidak berkenan di hati anda semuanya, saya mohon ma’af yang sebesar-besarnya. Akhirul kalam

Wassalamualaikum Wr. Wb.

PRANATA HADICARA (BAHASA JAWA)

PRANOTO HADICORO

Assalamualaikum Wr. Wb.

Mukodimah

 

Wonten ing ngarsanipun poro Kyai, poro Ulama ingkang tansah sumanding kitab suci ingkang tuhu kinabekten panjenenganipun Romo KH…………. ingkang tuhu kinabekten poro pangembating projo ingkang tuhu kinormatan kushusipun panjenenganipun Bopo Camat ugi Bopo Lurah ingkang kinormatan saguning poro tamu ugi poro rawuh sedayanipun ingkang minulyo.

Temanten sarimbit panjenenganipun kang Mas Bagus………. kaleh panjenenganipun Roronimas Ayu…….. inkang nembe bahagio mulyo.monggo kito sareng memuji syukur wonten ngersanipun Gusti Allah ingkang moho welas tur asih dene menopo kito saget pinanggih kanti wilujeng kales ler ing sambikolo kanti ucapan ALHAMDULILLAH, mugi-mugi kito sedoyo tansah pikantuk rahmat, nikmat, taufik, hidayah ugi inayah saking ngarso dalem gusti Allah ingkang moho kuoso.

Selajengipun sholawat ugi salam mugio tetep katur wonten ing ngarso dalem gusti kito kanjeng Nabi Muhammad SAW.Nabi panutan umat Nabi Akhiruzzaman ugi mugi-mugi kito sedoyo sageto pikantuk syafa’atipun wonten ing dinten kiamat mangke AMIN ALLAHUMMA AMIN.

Ing mriki kawulo ingkang tinanggenang dados pranoto hadicoro wonten toto laksono hadicoro mangayu bagyo dawupipun Nini temanten ugi Kaki temanten sarrimbit badhe ngaturaken reroncengen toto laksono hadicoro inkang bade kalampahan wonten ing saat puniko.

Hadicoro ingkang ongko SETUNGGAL : Ingih meniko PAMBUKO.

Kalajengaken totolaksono hadicoro ingkang ongko KALEH : Inggih meniko ungeleng waosan AYAT-AYAT SUCI AL-QUR’AN ingkang bade dipun sarirani deneng Sederek Ust…………

Dene toto laksono hadicoro ingkang kaping TIGO : Inggih meniko ATUR PASRAH saking keluarga Temanten Kakung.

Kalejengaken totolaksono hadicoro SELAJENGIPUN inggih meniko ATUR PANAMPI Keluarga Putri.

Dene totolaksono hadicoro ingkang kaping SEKAWAN : Inggih meniko ULAR-ULAR TEMANTEN inkang bade diparingaken dene Romo KH……..Saking……….

Dene totolaksono hadicoro ingkang PUNGKASAN : Inggih meniko DO’A PENUTUP.

Mekaten kulo wau reroncengan totolaksono hadicoro ingkang bade kalampahan wonten ing saat puniko,monggo kito awiti totolaksono hadicoro ingkang ongko SEPINDAH inggih meniko PAMBUKO monggo sareng-sareng kito bikak kanti waosan SUROTUL FATIHAH mugi-mugi totolaksono ingkang bade kalampahan sageto mlampah kanti wilujeng kates ing sambikolo AL-FATIHAH…….AMIN…

Kalajengaken totolaksono hadicoro inkang ongko KALEH : Inggih meniko unggeling AYAT-AYAT SUCI AL-QUR’AN ingkang bade kaaturaken deneng SEDEREK……..wekdal soho papan kawulo kulo aturaken sumonggo.

(Bilih sampun cekap kawulo aturaken maturnuwun ing sedayanipun)

Dene totolaksono hadicoro ingkang sak CANDAK IPUN Inggih meniko ATUR PASRAH Keluarga temanten KAKUNG ingkang bade dipun sarerani panjenenganipun Bapak…….. (Bilih sampun rampung kawulo aturaken ing sedoyonipun).

Atur panampi saking keluarga PUTRI ingkang deneng sarirani deneng Bopo……… (Medal soho papan kulo semangga aken monggo) poro palenggah sedayanipun ingkang kinormatan titi lancinipun totolaksono hadicoro ingkang kito tenggo-tenggo inggih meniko ULAR-ULAR MANTEN ingkang bade dipun parengaken deneng Kyai……..Saking……. wonten ing ngarsanipun Romo Kyai (Wedal soho papan kulo semangga aken monggo) sak cekapipun kasuwun ugi barokah dungonipun.

Bilih cekap mekaten kulo wau ular-ular wonten ingkang sampun diparengaken panjenenganipun kaleh KH………… mugi-mugi manfaat bagi kito sedoyo,khususipun temanten Sarimbit ingkang bade wujudaken rumah tangga sakinah,mawadah,warohmah mugi-mugi sageto wujud kanti ridhonipun gusti inkang murbaeng dumade inggih meniko Allah SWT. ALLAHUMMA AMIN.

Ing mriki kawulo ingkang tinanggenah dados pranoto hadicoro wonten ing totolaksono hadicoro mangayu bgyo daupipun Nini Temanten ugi Kiki Temanten Sarimbit bok bilih wonten sedoyo kelepatan kawulo nyuwun nguning pangarsaning ugi minongko saking wakil keluarga monggo dedaharan ugi unju’an ingkang sampun kechaosaken,monggo dipun rahapi kanti mardikaneng manah tuwin monggo kito akhiri hadicoro meniko kanti waosan ALHAMDULILLAH.

 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Previous Older Entries Next Newer Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 34 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: