KETERAMPILAN BERBICARA

I. Kemampuan Dasar dalam Kegiatan
Berbicara
A. Berdialog
Berdialog dapat diartikan sebagai pertukaran
pikiran atau pendapat mengenai sutu topik
tertentu antara 2 orang atau lebih. Fungsi
utama berdialog adalah bertukar pikiran,
mencapai mufakat atau merundingkan
sesuatu masalah.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
berdialog adalah :
1) Bagaimana menarik perhatian
2) Bagaimana cara mulai dan memprakarsai
suatu percakapan
3) Bagaimana menyela, mengoreksi,
memperbaiki, dan mencari kejelasan
4) Bagaimana mengakhiri suatu percakapan
B. Menyampaikan Pengumuman
Menyampaikan pengumuman berarti
menyampaikan sesuatu hal yang perlu
diketahui oleh khalayak ramai. Kegiatan ini
dapat diwujudkan dalam bentuk pidato. Ciri-
ciri yang harus diperhatikan dalam membaca
pengumuman di antaranya , yaitu volume
suara harus lebih keras, intonasi yang tepat,
dan gaya penampilan yang menarik.
C. Menyampaikan Argumentasi
Salah satu proses komunikasi untuk
menyampaikan argumentasi karena harus
mempertahankan pendapat, yaitu debat.
Setiap pihak yang berdebat akan mengajukan
argumentasi dengan memberikan alasan
tertentu agar pihak lawan atau peserta
menjadi yakin dan berpihak serta setuju
terhadap pendapat-pendapatnya (Laksono,
2003:20).
D. Bercerita
Manfaat bercerita di antaranya, yaitu (1)
memberikan hiburan, (2) mengajarkan
kebenaran, dan (3) memberikan keteladanan.
Seorang pendongeng dapat berhasil dengan
baik apabila ia dapat menghidupkan cerita.
Artinya, dalam hal ini pendongeng harus
dapat membangkitkan daya imajinasi anak.
Untuk itu, biasanya pendongeng
mempersiapkan diri dengan cara : (1)
memahami pendengar, (2) menguasai materi
cerita, (3) menguasai olah suara, (4)
menguasai berbagai macam karakter, (5)
luwes dalam berolah tubuh, dan (6) menjaga
daya tahan tubuh.
Selain itu, terdapat enam jurus mendongeng,
yaitu : (1) menciptakan suasana akrab, (2)
menghidupkan cerita dengan cara memiliki
kemampuan teknik membuka cerita,
menciptakan susana dramatik, menutup yang
membuat penasaran, (3) kreatif, (4) tanggap
dengan situasi dan kondisi, (5) konsentrasi
total, dan (6) ikhlas.
Nadeak (1987) mengemukakan 18 hal yang
berkaitan dengan bercerita, yaitu : (1) memilih
cerita yang tepat, (2) mengetahui cerita, (3)
merasakan cerita, (4) menguasai kerangka
cerita, (5) menyelaraskan cerita, (6) pemilihan
pokok cerita yang tepat, (7) menyelaraskan
dan menyarikan cerita, ( menyelaraskan
dan memperluas, (9) menyederhanakan
cerita, (10) menceritakan cerita secara
langsung, (11) bercerita dengan tubuh yang
alami, (12) menentukan tujuan, (13)
mengenali tujuan dan klimaks, (14)
memfungsikan kata dan percakapan dalam
cerita, (15) melukiskan kejadian, (16)
menetapkan sudut pandang, (17)
menciptakan suasana dan gerak, (1
merangkai adegan.
II. Kemampuan Lanjutan dalam Kegiatan
Berbicara
A. Musyawarah
Musyawarah mengandung arti perundingan,
yaitu membicarakan sesuatu supaya
mencapai kata sepakat. Dalam suatu
musyawarah yang penting adalah
kepentingan orang banyak, setiap orang
mengesampingkan kepentingan pribadi demi
kepentingan umum.
Dalam musyawarah biasanya terdapat
perbedaan pendapat, tetapi perbedaan itu
harus dipadukan. Bila tidak, maka biasa
diambil voting (suara terbanyak). Itulah hal
yang istimewa dari musyawarah yang
berbeda dengan diskusi. Dalam musyawarah
selalu ada kesimpulan.
B. Diskusi
Nio (dalam Haryadi, 1981:6 menjelaskan
bahwa diskusi ialah proses pelibatan dua
orang atau lebih individu yang berinteraksi
secara verbal dan tatap muka, tukar-menukar
informasi untuk memecahkan masalah.
Sementara itu, Brilhart (dalam Haryadi, 1997:6
menjelaskan diskusi adalah bentuk tukar
pikiran secara teratur dan terarah dalam
kelompok besar atau kelompok kecil dengan
tujuan untuk diskusi ialah proses pengertian,
kesepakatan, dan keputusan bersama
mengenai suatu masalah. Dari kedua batasan
tersebut dapat disimpulkan bahwa esensi
diskusi adalah :
1. partisipan lebih dari seorang
2. dilaksanakan dengan bertatap muka
3. menggunakan bahasa lisan
4. bertujuan untuk mendapatkan kesempatan
bersama
5. dilakukan dengan cara bertukar informasi
dan tanya jawab
Ketika menyampaikan sanggahan, hendaklah
disampaikan secara santun, yaitu dengan
cara :
1. pertanyaan dan sanggahan diajukan
dengan jelas dan tidak berbelit-belit,
2. pertanyaan dan sanggahan diajukan
secara santun, menghindari pertanyaan,
permintaan, dan perintah langsung,
3. diusahakan agar pertanyaan dan
sanggahan tidak ditafsirkan sebagai bantahan
atau debat.
Sementara itu, dalam memberikan tanggapan
pun harus dipenuhi 4 hal, yaitu :
1. jawaban atau tanggapan harus
berhubungan dengan pertanyaan,
2. jawaban harus objektif dan memuaskan
berbagai pihak,
3. prasangka dan emosi harus dihindarkan,
4. bersikap jujur dan terus terang apabila
tidak bisa menjawab.
C. Pidato
Sebelum melakukan pidato, hal yang perlu
diperhatikan adalah analisis terhadap :
1. Jumlah pendengar
2. Tujuan mereka berkumpul
3. Adat kebiasaan mereka
4. Acara lain
5. Tempat berpidato
6. Usia pendengar
7. Tingkat pendidikan pendengar
8. Keterkaitan hubungan batin dengan
pendengar
9. Bahasa yang biasa digunakan
Pedoman untuk membuka pidato yang baik
adalah :
1. Langsung menyebutkan pokok persoalan
2. Melukiskan latar belakang masalah
3. Menghubungkan dengan peristiwa
mutakhir atau kejadian yang tengah menjadi
pusat perhatian khalayak.
4. Menghubungkan dengan peristiwa yang
sedang diperingati
5. Menghubungkan dengan tempat
komunikator berpidato
6. Menghubungkan dengan suasana emosi
yang tengah meliputi khalayak
7. Menghubungkan dengan kejadian sejarah
yang terjadi masa lalu
8. Menghubungkan dengan kepentingan vital
pendengar
9. Memberikan pujian kepada khalayak atas
prestasi mereka
10. Memulai dengan pertanyaan yang
mengejutkan
11. Mengajukan pertanyaan provokatif atau
serentetan pertanyaan
12. Menyatakan kutipan
13. Menceritakan pengalaman pribadi
14. Mengisahkan cerita faktual, fiktif atau
situasi hipotesis
15. Menyatakan teori atau prinsip-prinsip
yang diakui kebenarannya
16. Membuat humor.
Adapun cara menutup pidato adalah :
1. Menyimpulkan atau mengemukakan ikhtisar
pembicaraan
2. Menyatakan kembali gagasan utama
dengan kalimat dan kata yang berbeda
3. Mendorong khalayak untuk bertindak
4. Mengakhiri dengan klimaks
5. Menyatakan kutipan Alquran, sajak,
peribahasa atau ucapan para ahli
6. Menceritakan tokoh yang berupa ilustrasi
dari tema pembicaraan
7. Menerangkan maksud sebenarnya pribadi
pembicara
8. Menguji dan menghargai khalayak, dan
membuat pernyataan yang humoris atau
anekdot lucu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: