PRO & KONTRA SEPUTAR ROKOK

Anti Rokok berkata:
1. Angka belanja rokok orang Indonesia setiap
tahun tidak kurang dari 150 trilliun Rupiah.
Uang sebanyak itu, kalau semuanya adalah
pecahan 50 ribu-an yang disambung-
sambung, maka akan sama dengan membuat
untaian sepanjang jarak bumi – bulan 7 kali
bolak-balik. Atau kalau dibelikan tusuk gigi
dan kemudian dirangkai dan dilem bisa
menghasilkan maket 7 keajaiban dunia
dengan skala 1:20 sebanyak 300 buah. Atau
bisa dibelikan sedan Mercedes terbaru
sebanyak 300.000 unit.
2. 80% perokok di Indonesia adalah orang-orang
miskin yang mungkin bosan hidup dalam
kemiskinan, sehingga memilih merokok untuk
mempercepat kematian. Yang 15% adalah
kalangan menengah yang stress dengan
tanggung jawab di pekerjaannya. Dan 5%
perokok disini adalah orang kaya yang
kebingungan menghabiskan uangnya.
3. Hebatnya lagi, �orang-orang miskin� itu,
membelanjakan uangnya untuk membeli
produk yang membuat 5 atau 6 orang menjadi
bagian dari 10 orang terkaya di Indonesia.
Dan ‘orang-orang kaya’ itu menjadi figur
perokok yang dicontoh siapa saja.
4. Peringatan tentang bahaya merokok yang
sudah tercantum disetiap kemasan ternyata
tidak berpengaruh banyak. Perokok ‘miskin’
kebanyakan tidak bisa baca dan tulis. Perokok
‘menengah’ ternyata terlalu sibuk dengan
pekerjaannya sehingga tidak sempat
membaca peringatan tersebut. Dan sisanya
yang perokok ‘kaya’ tidak peduli sebab biaya
berobat mereka sudah terjamin 17 turunan.
Pendukung Rokok berkata:
1. Masa bodoh, lagian gue beli pake uang
sendiri dari keringet sendiri. Masih mending
nilai segitu sebagian buat makan puluhan ribu
pegawai pabrik rokok, masih dipake bayar
pajek yang bikin ente hidup rada nyaman
disini. Daripada koruptor yang uangnya
dipake buat makan keluarganya yang cuma
segelintir.
2. Ngitung dari mana?. Asal nulis nih. Apa
dasarnya milih rokok buat mempercepat
kematian. Kalo mau cepet mati ya loncat saja
dari monas atau panjat tiang listrik trus
pegang kabelnya pas hujan.
3. Pake logika dong. Dimana ada orang miskin
pasti ada orang kaya. Masa mau kaya semua
atau mau miskin semua.
4. Waah semakin ngawur. Rokok bukan
penyebab utama kematian dan bukan
penyebab utama penyakit. Mau bukti? Lihat
tuh di desa-desa, rata-rata penduduk usia
lanjut disana rajin merokok dan sehat. Atau
mau bukti lainnya? Tuh engkong gue sudah
umur 70 tahun masih hidup, trus rokoknya 5
pak sehari. Sudah gitu dia masih segar bugar
dan perkasa. Lusa malah dia mau kawin lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: