BAKTI ANAK PADA ORANG TUA

Di sebuah rumah, hiduplah seorang anak laki-laki
dan Bapaknya. Pada saat itu sang Bapak dalam
keadaan sakit parah dan dokterpun telah angkat
tangan dengan penyakit yang dideritanya, karena
keadan tersebut dia dan Anaknya telah pasrah
dengan apa yang akan menimpa dirinya. Sang
anakpun selalu berada disisinya sebagai tanda
bakti terhadap orang tua.
Sampai satu saat sang bapak menyampaikan
satu permintaan kepada anaknya.
Bapak : Anakku sudikah engkau mengabulkan
permintaanku
(dengan nada lirih dan terputus-putus)
Anaknya terhentak dari lamunannya dan
memegang tangan Bapaknya sambil
berkata.
Anak : Apapun yang bapak minta akan saya
penuhi, pak…..
Bapak : Engkau sungguh anakku yang baik dan
dapat menyenangkan hati
orangtua.
Anak : Itu semua sudah kewajiban saya pak,
sekarang apa yang bapak
inginkan ?
Bapak : Anakku, tolong buatkan aku pepes tae
burung
Dengan setengah terheran sang anak menjawab
Anak : Bapak kok macam-macam aja, apa tidak
ada permintaan yang lain
Bapak : Apa kamu tega menolak permintaanku
ini, anggaplah ini permintaanku yang terakhir
(dengan mata berkaca-kaca)
Dengan rasa berat hati dan takut akan dosa
karena membantah apa yang
diminta bapaknya, maka dia menurut saja.
Anak : Baiklah pak, saya akan siapkan sebentar
Bapak : Terima kasih nak…, engkau sungguh
anak yang dapat menyenangkan hati orang tua
(dengan nada tenang dan tatapan yang teduh)
Lalu dia pergi dari sisi tempat tidur untuk
melaksanakan permintaan bapaknya.
Tak lama waktu berselang, sang anakpun datang
dengan membawa piring berisikan permintaan
Bapaknya. Sang anak pun berkata
Anak : Ini pak, saya bawakan yang Bapak minta
Bapak : Terima kasih anakku, engkau sungguh
anak yang berbakti pada orang tua, kelak engkau
akan mendapatkan balasan yang setimpal
Anak : Amin……
Belum sempat sang anak menarik nafas, sang
Bapakpun berbicara lagi
Bapak : Anakku sebelum aku pergi meninggalkan
dunia yang fana ini, sudikah engkau
mengabulkan satu lagi permintaanku ?
Anak : Katakanlah pak, aku akan senantiasa
mengabulkannya untuk kebaikan bapak
Bapak : Engkau sungguh bijaksana anakku, aku
bangga padamu. Tak sia-sia selama ini aku
mendidikmu
Anak : Sudahlah pak, sekarang apakah
permintaan Bapak itu
Bapak : Tolong kamu cicipi pepes kotoran burung
itu
Sang anakpun menjadi serba salah mengingat
kata-kata bapaknya, dengan berat hati dan takut
akan ada penyesalan kelak melihat keadaan
bapaknya yang tak ada harapan untuk hidup,
maka dia pun mengabulkan permintaan
bapaknya Setelah itu sang bapak pun berbisik
kepada anaknya
Bapak : Anakku, bagaimana rasanya ? Katakan
dengan jujur
Dengan muka merah padam sang anakpun
menjawab….
Anak : Tidak enak pak….
Dengan nafas terengah-engah dan menahan
rasa sakit yang amat sangat, sang Bapak
menyahut
Bapak : Lu aja yang sehat ‘ngga enak, apalagi
gue yang sakit !!!!!
Lalu sang Bapak pergi dengan tenang untuk
selam-lamanya …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: