KUMPULAN HUMOR PENDEK JAKARTA 1

Dialog absurd di tengah kota Jakarta. Gak tahu
kisah nyata atau bukan. Yang pasti semua
ceritanya bersumber dari kiriman email
pembaca setia.
Asli buat ngakak..kalo kamu gak ngakak berarti
mungkin kamu salah satu
objek dalam cerita nguping Jakarta. hahaha…
1. Duh, bikin puswing kamu!
Cheerleader #1: (menyanyi sendiri) “Swing,
swing, swing, swing…”
Cheerleader #2: “Lho itu lagu bukannya kata-
katanya ‘Dreams’ ya?”
Cheerleader #1: “Oh iyah, yah? Kalo ‘Swing’ itu
yang ada di Softex ya?”
(SMA ternama Jakarta, didengar oleh pelatih
yang merasa gagal mendidik.)
2. Saya baru bisa keluar 3 tahun lagi…
Bapak pengemudi bayar parkir: “Kok loketnya
dikasih kerangkeng sih mbak?”
Petugas parkir: “Biar saya nggak kabur…”
(Sebuah mall di BSD, didengar oleh keponakan
yang mengurungkan niatnya untuk bekerja di
Jakarta.)
3. Bis sekarang teladan…
Cewe baru belajar nyetir: “Gua itu paling males
nyetir di belakang bis, tau
sendiri kan bis suka ontime nunggu
penumpang… ”
(Kelapa Gading, didengar oleh saudara yang
malas menjelaskan perbedaan besar “ontime”
dan “ngetem”.)
4. Ini salah jari atau otak ya?
Lelaki sibuk di handphone: “Halo X, gua telepon
ke nomor satunya ya (tutup)”
“Halo… (mulai ngomong panjang lebar)… Lho?
Ini siapa? Oh sorry, salah
sambung! (memencet nomor lagi) Halo Y, loe
gimana sih, ngasih nomer X ke
gua kok salah sih! Gimana sih loe? (diam
sesaat) Lho? Ini bukan Y ya? Sorry
salah sambung…”
(Bank Swasta Pondok Indah, didengar oleh istri
yang langsung tambah asik
membaca email di BlackBerry-nya.)
5. Itu beda lho…
Pengunjung: “Mbak, Coke-nya satu ya, pake
es…”
Pelayan: “Maaf Mbak, Coke-nya gak ada,
adanya Diet Coke.”
Pengunjung: (Menunjuk menu) “Terus ini apa,
Coca-Cola… Kok dibilang ada?”
Pelayan: “Kalau Coca-Cola ada, Mbak…”
Pengunjung: “Huh!”
(Cafe di FX, didengar oleh satu meja yang
bersepakat menyuruh pelayan
training ulang.)
6. Wah, udah lama gak merhatiin dia…
Ibu mengejek anak kecil bersepeda: “Ih, lihat
tuh, badan segede gitu kok
masa naik sepeda sekecil itu, hahaha… (sesaat
kemudian)… Lah, itu
anakku!”
(Perumahan di Jakarta, didengar oleh teman
yang langsung terbahak-bahak.)
7. Ya namanya juga bajakan…
Saat nonton DVD,
Calon mahasiswa S1 FasilKom: “Oi itu jangan
lupa kemsyen-nya. .”
Teman #1: “Kemsyen apaan sih?”
Calon mahasiswa S1 FasilKom: “Itu kemsyen…
kemsyen, masa gitu aja ga tau sih?”
Teman #2: (mencari fasilitas “kemsyen” di
menu) “Gak ada ah…”
Calon mahasiswa S1 FasilKom: “Itu lho,
kemsyen en subtitiles.. .”
(Apartemen daerah Kemanggisan, didengar
oleh semua teman yang ingin
mengumpulkan dana buat les bahasa inggris.)
8. AC/DC gityuuu looooh…
Ketua Panitia: “Naahh.. pin yang ini desainnya
bagus nih. Bisa buat cewek
dan cowok. Biseks gitu!”
(Rapat Buka Bersama, didengar oleh
sepasukan panitia yang merasa si ketua
terlalu banyak nonton porno.)
9. Yang enak tuh lambaaaat dan merata.
Dua cewe sedang berbagi resep,
Cewe #1: “Emang kalo cepet-cepet jadinya gak
enak, ya?”
Cewe #2: “Iya, ngocoknya mesti rata makanya.”
(Didengar oleh seseorang yang langsung
berharap jadi adonan.)
10. Buah simalakama.. .
Ibu pengemudi yang tiba-tiba panik: “De,
pegangin setirnya. Mama mau garuk pantat!”
Anak laki-laki berusia 18 tahun: “Ah, Mama!
Gak mau ah!”
Ibu pengemudi yang tiba-tiba panik: “Kamu
mendingan megangin setir apa
garukin pantat Mama?”
(Tol Jagorawi, didengar anak perempuan di
belakang yang ingin melompat
keluar mobil.)
11. Maksudnya dia suka aku, Ma?
Seorang ibu kepada anaknya: “Sst! Jangan
nangis! Ntar kamu ditembak pak
satpam lho!”
(Pertokoan di Jakarta, didengar oleh seseorang
yang percaya kekerasan tidak akan
menyelesaikan masalah.)
12. Lengkap banget deh…
Pelayan: “Minumnya, mbak?”
Teman #1: “Teh tawar anget”
Teman #2: “Saya… Teh manis anget”
Pelayan: “Hot tea… dan sweet ice tea
hot” (tampang pede dan nyatet)
(Sebuah resto di Plasa Senayan, didengar oleh
2 orang teman yang mesem-mesem dan segera
membenarkan ucapan pelayan tersebut.)
13. Untung dia bukan penjaga Quality
Control…
Anak kecil di telepon: “Halo… oh mas X
sialan!… iya, dia kan penyial…
(Didengar oleh seseorang yang hampir
membanting handphone-nya.)
14. Jadi selama ini masih ada yang lain?
Ibu menasehati anak perempuan semata
wayang: “Nduk, waktu ibu punya anak
perempuan seusiamu…”
(Didengar oleh kakak lelaki yang langsung
berpikir apakah dia punya saudara
kandung lain.)
15. Sehat bener ya, jaringannya. ..
Programmer 1: “Kemaren internet gua udah
onlen, cuy”
Programmer 2: “Wah selamat-selamat,
download pelm lah kita, gak perlu
nonton serial di tipi!”
Coordinator: “Gaya bener lo pada, mentang-
mentang udah pada pasang internet
bearbrand… ”
(Sebuah warung makan, didengar oleh teman-
teman yang langsung bergulingan.)
16. Emangnya gua badak?
Cewe mau ikut kursus: “Mbak, kalo disini ada
kelas conservation gak?”
(Didengar oleh Student Advisor yang berasa di
LSM.)
17. Saya menghormati sejarah…
Account Executive: “Baik, kalau begitu kita
meeting lagi Senin tanggal
20…”
Klien Besar: “Tanggal 20 itu hari Sabtu. Kita
meeting Senin tanggal 22.”
Account Executive: “Tapi tanggal 22 itu hari
Rabu. (diam sesaat) Ups, my
mistake, ini kalender tahun lalu.”
(Didengar oleh semua kolega yang ingin
membungkus AE itu dan mengirimnya ke
Timbuktu.)
18. I’m not worthy, I’m not worthy…
Klien Besar: “Ya sudah, besok kita meeting lagi
ya…”
Account Executive: “Wah, bu, besok tidak bisa,
kami ada janji dengan klien
lain.”
Klien Besar: (memandang sinis) “I am not your
client… I am your god.”
(Perkantoran di Gatot Subroto, didengar oleh
seluruh tim agensi yang
langsung menyatu dengan kursi masing-
masing.)
19. Kami perlu yang representatif. ..
Brand Manager: “Hmmm, bagus, visual-nya
bagus. Sayang copywriternya jelek.”
Copywriter: “MAKSUD LOE?”
(Didengar oleh Creative Director yang langsung
menawarkan mengganti
copywriter sambil terbahak.)
20. Yang pasti bisa buat nyelem…
Lelaki di toko kacamata: “Yang itu dong,
Mbak… Liat…”
Pramuniaga: “Nah yang ini keren, Mas…
Bahannya juga bagus, Titanic…”
(Optik di Mangga Dua, didengar oleh
pengunjung yang ingin mendorong
pramuniaga ke laut.)
21. Makanannya seru deh!
Cowo: “Kemaren gua sama cewe gua buka
puasa di PS 2…”
(Didengar oleh semua teman yang merasa
cowo itu terlalu banyak main game.)
22. Jaman susah sih…
Pada saat telepon gratis dua detik pertama,
Cowo Hemat: “Kamu dimana? (tutup) Apa?
(tutup) Pulang… (tutup) PULANG! (tutup) Aku
bilang kamu pula… Ah, goblok lebih dari dua
detik!” (tutup)
(Didengar oleh teman yang ingin merebut dan
merebus handphone itu.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: