KISAH KEHIDUPAN MAHASISWA KOST DI JOGJA

Saya cowo’ Jkt, kuliah di Yogya, punya kisah:
Sudah
3 hari belakangan ini Cynthia numpang
menginap di
kost-ku yang kecil di daerah Gejayan CT 23,
Yogyakarta. Awalnya saya agak khawatir
dengan
Perubahan suasana ini. Cynthia cuma
menumpang
sementara di sini padahal saya bingung
“gimana
perasaan cewek gue”.
Untuk mencari penegasan saya tatap wajah
muda
Cynthia yang cantik dan lucu. Cynthia
membalas
tatapan saya tanpa berkedip. Sebersit saya
membaca kegenitan
di dalamnya, sayapun menyerah………ah
Hari pertama, 6 Agustus 2003.
Cynthia nampak begitu kalem dan sopan. Ketika
itu
si Avi (cw gue) juga ada dan dia oke-oke aja
setelah
mendapat penjelasan logis. Avi duduk di sofa di
depan
TV, dan saya duduk di bangku di depan meja
komputer.
Cynthia nampak menjaga jarak dengan saya,
dia duduk
tidak bergeming di samping Avi sambil
menikmati soap
opera dan MTV (Music Television).
Saya mencoba menggoda Cynthia. Tapi female
satu
ini seperti batu, Avi dan dia menatap tanpa
berkedip
tabung kaca itu seperti orang dalam pengaruh
hipnotis.
Hari pertama agak sorean.
Problem mulai muncul ketika Avi pulang
meninggalkan
kost-an, membiarkan saya dan Cynthia berdua
di kamar
kost adalah hal yang janggal, saya tidak tahu
harus
bersikap bagaimana, saya grogi dan nervous
apalagi
begitu mobil Avi berlalu, Cynthia langsung
mendekati
saya dengan penuh roman. Saya duduk di sofa
dengan
perasaan tidak nyaman. Cynthia mendekati
saya dan
ikut duduk di samping. Kaki saya yang terjulur
ke atas
coffe table di sentuhnya dengan halus,
pinggang saya
disenderinya dengan santai, merasa agak
terganggu,
saya berdiri dan pindah duduk di depan
komputer lagi.
Cynthia mengikuti. Saya berpura-pura sibuk
membuka
internet, tapi Cynthia berdiri di sana menatap
saya
dengan pandangan yang sendu dan
mengundang.
Saya tanyakan, “Apa kamu belum makan
siang?”
Tapi Cynthia tetap terdiam seakan dia meminta
sesuatu
yang lain. Saya termangu tidak mengerti apa
maksudnya.
Tapi karena saya ini termasuk laki-laki yang
tahan
godaan, jelas saya tidak mau berpikiran yang
bukan-bukan. Saya cuekin Cynthia seharian.
Hari kedua, 7 Agustus 2003.
Cynthia makin liar menjadi-jadi, Cynthia
menggoda
saya habis-habisan. Tubuhnya yang langsing
selalu
dicoba menempeli saya dengan kurang ajar.
Walaupun
Cynthia cantik, dan suaranya lembut menarik,
saya
tidak mau jatuh tertarik padanya.
Ketika saya bentak, “Cynthia please………….
Jangan ganggu saya.” Dia tetap saja berkepala
batu.
Bahkan ketika saya duduk disofa kembali,
Cynthia
mencoba membaringkan tubuhnya di pangkuan
saya. Saya
marah dan berdiri, kemudian saya berjalan dan
membaringkan tubuh di kamar.
Angin dari fan yang bertiup dingin dan matahari
yang masih nampak garang siang ini membuat
saya jatuh
tertidur 5 menit kemudian. Samar-samar saya
merasa
ada sesosok tubuh berbaringan di samping
kanan. Tubuh
hangatnya yang halus menyentuh lengan saya
secara
lembut dan mengundang.
Sejenak saya merasa, barangkali si Avi balik
lagi
untuk mengambil barang yang biasanya
tertinggal, tapi
lama- lama saya menyadari tubuh hangat ini
pasti
bukan Avi.
Saya terkejut lalu bangkit secara tiba-tiba. Kali
ini
saya benar-benar murka melihat Cynthia
sedang
berbaringan secara santai dan erotis di
samping sana.
Padahal sebelum ada perkawinan, saya
berpikiran untuk
tidak tidur dengan mahluk bergender
perempuan. Itulah
sebabnya saya bentak Cynthia untuk jangan
berbuat
kurang ajar, karena sudah tidak tahan saya
berdiri
dan membuka pintu kost-an.
“Keluar..!”, teriak saya tidak sabar. Wajah
Cynthia nampak lesu dan sedih. Dua detik dia
termenung untuk kemudian berjalan perlahan.
Saya
tidak lagi ingat akan segala bujuk rayunya,
persoalan ini
akan semakin membesar jika saya membiarkan
Cynthia
lebih lama menetap di kost-an.
Langkah Cynthia yang seksi berhenti 10 meter
dari
pintu.
Karena saya takut dia akan merubah niat untuk
berbalik kembali ke sini, saya berteriak: “Don’t
you
ever think about that!!
Cynthia menatap saya secara kurang ajar, lalu
membalas dengan teriakan keras: ………
“Meeeooowwwnngggg…!!!
Meeeooowwwwwnnggg…!!!”
Kucing jalanan itu akhirnya kembali ke
asalnya…
He…he…he, TEGANG AND SERIUS AMAT
BACANYA..!!!

1 Komentar (+add yours?)

  1. budi jogja
    Nov 05, 2015 @ 16:23:51

    Jadi inget waktu jadi mahasiswa.. Hha..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: