RUJAK MADURA

Ada seorang pria paruh
baya memasuki pasar ingin menikmati
rujak cingur yang penjualnya seorang ibu
yang lumayan montok dan sepertinya
berasal dari madura.
Kemudian setelah bapak itu sampai di
depan penjual rujak cingur itu, bertanya
mengenai harga satu porsinya.
“Buk, rujak satu porsi berapa?” tanya
bapak itu.
“Sepuluh ribu”, kata ibu penjual rujak.
“Rujaknya dibungkus buk!” pinta
bapaknya.
Setelah selesai rujak cingurnya dibungkus,
bapak itu membayar dengan uang Rp. 50
ribu.
Tak lama kemudian ibu penjual rujak itu
mengatakan sesuatu kepada bapak itu.
“Wah.. pak tangan saya lagi belepotan
cabe dan petis nih. Uang kembaliannya
ambil disini.” kata ibu penjual rujak itu
sambil menunjuk di belahan dada atas..
Tanpa ragu si bapak merogoh karena
orang madura memang biasa menaruh
segala macem disana pikirnya..
“Nggak ada” kata bapak
“Lebih dalam lagi, terus, teruuss… ke
kanaaannn, kekiriiii…” kata ibu itu
memberikan panduan.
” Nggak ada…”, kata bapak itu dengan
yakin.
“Ya sudah…” kata ibu penjual rujak.
“Lha terus mana kembalian saya”, tanya si
bapak
“Ongkos goh rogoh tadi empat poloh rebu
ta’ iyeee ..!!”, kata si penjual rujak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: