AKIBAT KURANG TIDUR

TRIBUNNEWS.COM,
JAKARTA
– Padatnya jadwal
perbesar
kerja dan aktivitas sosial lain
seringkali menyita banyak
waktu, sehingga orang
cenderung kekurangan tidur.
Padahal efek kurang tidur bukan sekadar akan
membuat Anda mengantuk keesokan harinya,
dan jadi kurang dapat berkonsentrasi saat
bekerja.
Beberapa pakar saraf meyakini bahwa salah
satu tujuan tidur adalah memberikan peluang
pada otak untuk membangun dan menguatkan
jaringan penghubung saraf. Orang yang biasa
tidur cukup akan mempelajari informasi baru
dengan lebih cepat dan memiliki memori yang
lebih tajam.
Namun apa jadinya bila Anda selalu
kekurangan tidur dari hari ke hari? Kekurangan
tidur akan memberikan efek jangka pendek
maupun jangka panjang.
1. Efek langsungnya, ketika Anda terjaga dalam
keadaan kaget karena mendengar suara alarm,
Anda akan cenderung menjalani hari dengan
mood yang kurang baik.
2. Seiring berjalannya hari, Anda akan merasa
bingung dan mudah jenuh. Tidur dalam waktu
yang singkat juga akan mengurangi kecepatan
reaksi Anda, sehingga meningkatkan risiko
terjadinya kecelakaan mobil dan musibah lain.
Lalu apa efek jangka panjangnya?
3. Jam tidur yang berkurang dan terjadi secara
rutin akan mengacaukan fungsi tubuh Anda.
Salah satu buktinya, penelitian menunjukkan
bahwa kurang tidur bisa menurunkan kadar
hormon leptin, yang membantu mengontrol
nafsu makan. Akibatnya, kalau Anda kurang
tidur, ada kemungkinan Anda akan makan
berlebihan.
4. Kekurangan tidur juga akan meningkatkan
kadar hormon stres, yang akan memaksa tubuh
mengirimkan lebih banyak glukosa ke dalam
aliran darah. Tubuh juga akan menjadi kurang
sensitif terhadap insulin.
5. Itu saja? Ternyata tidak. Penelitian lain
menunjukkan bahwa kurang tidur akan
menghentikan produksi senyawa kimia tertentu
dalam sistem kekebalan tubuh, yang menjaga
tubuh dari kuman.
6. Kemudian, sebuah studi pada tahun 2009
juga mendapati bahwa orang yang tidur kurang
dari tujuh jam sehari akan meningkatkan
peluang mengalami flu tiga kali lipat.
Berapa sebenarnya jam tidur Anda dalam
sehari? Enam jam? Atau bahkan lima jam?
7. Ternyata, menurut penelitian lain, ketika
mengurangi jatah tidur dari delapan jam menjadi
enam jam sehari, Anda akan menimbulkan
kadar peradangan kronis. Kondisi ini
meningkatkan risiko berbagai problem lain,
termasuk serangan jantung, stroke, dan
osteoporosis.
Kesimpulannya, meskipun Anda merasa cukup
kuat menjalani aktivitas meskipun terbiasa tidur
hanya lima jam sehari, pikirkan lagi efek jangka
panjangnya. Cobalah untuk mengurangi
rutinitas yang kurang penting menjelang tidur,
seperti menonton TV, mengecek email,
membaca buku, atau chatting di ponsel.
Perlahan, tambah jam tidur Anda setengah jam
setiap minggu sehingga mencukupi kuota tujuh
atau delapan jam setiap malam. Para pakar
mengatakan, satu tanda bahwa Anda sudah
cukup tidur adalah jika Anda bisa bangun tepat
waktu setiap hari tanpa bantuan alarm.
Editor: Dewi Agustina
Sumber : Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: